
Nama beliau adalah Siti Aisyah. Beliau yang akrab dipanggil sebagai Bu Aisyah ini lahir di desa Ganjaran yang mana memiliki julukan desa pesantren karena memiliki kurang lebih sekitar 20 pesantren di wilayah desa Ganjaran. Bu Aisyah lahir di desa Ganjaran , 30 Desember 1977. Bu Aisyah menjadi dosen sekaligus dekan Fakultas Dakwah di IAI Al-Qolam, selain itu bu Aisyah juga menjadi seorang pengasuh di pondok pesantren dengan santri yang terbilang banyak. Bu Aisyah memiliki keturunan darah biru dari neneknya yang mana merupakan pendiri pertama pondok pesantren di desa Ganjaran. Moto beliau adalah hidup adalah belajar tiada akhir.

Nama beliau adalah Ahmad Bukhori. S.Kom.MM. beliau yang akrab dipanggil sebagai pak Bukhori lahir di Pontianak 27 Februari 1985. Bapak Bukhori selain menjadi ketua program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di IAI Al-Qolam juga menjadi pengasuh pondok pesantren Darul Mujtaba Malang dengan jenjang pendidikan terakhir S2 di Universitas Merdeka Malang program studi manajemen system informasi. Motto dari Bapak Bukhori adalah sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia lainya.

Nama beliau adalah Qoriatul Mahfudloh Qoffal, SS. Ma, lahir di Malang 22 September. Wanita yang akrab disapa dengan Bu Qori’ ini berdomisili di desa Ganjaran Kecamatan Gondanglegi dan merupakan dosen muda di kampus IAI Al-Qolam dengan jenjang pendidikan terakhir beliau adalah Master S2 di Universitas ternama di kota Malang. Motto Bu Qori’ adalah “carpe diem, quam minimum credula postero seize the day, put very little trust”.

Beliau bernama lengkap Muhammad Amirudin. S, PD, M. Si. Bapak Amirudin lahir di pulau garam Madura letaknya di Kabupaten Sampang 07 Mei 1988. Bapak Amirudin menempuh pendidikan dari TK sampai ke jenjang SMA/SMK di Sampang Madura. Kemudia melanjutkan jenjang pendidikan perguruan tinggi di Kota Malang, yaitu S1 di Universitas Islam Negeri Malang (UIN) dan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Motto beliau adalah “hari ini harus lebih baik dari kemarin”. Berangkat dari motto tersebut sekarang Bapak Amirudin menjadi salah satu dosen di IAI Al-Qolam Malang.

Armanda Prastiyan Pratama, beliau yang akrab dengan panggilan Bapak Armanda lahir di Kota Madiun 14 Mei 1993 dan berdomisili di Desa Sukorejo Kecamatan Gondanglegi. Dari Kota Madiun Bapak Armanda merantau ke Kota Malang untuk melanjutkan pendidikan perguruan tinggi disalah satu kampus ternama di Kota Malang. Saat ini Bapak Armanda menjadi salah satu dosen muda di IAI Al-Qolam yang berbakat dalam berbagai bidang dan menjadi salah satu dosen prodi KPI. Motto beliau adalah “ikuti arus, melawan arus, atau keluar dari sungai, aku punya cara sendiri”.
